Gerakan literasi sekolah
Setiap pagi, kami membuka dunia lewat sehelai halaman
Sebelum bel pertama berbunyi, anak-anak SD Negeri 5 Klatakan sudah duduk melingkar dengan buku di tangan. Inilah cerita tentang bagaimana kebiasaan kecil ini kami rawat setiap hari.
Buka satu per satu buku di rak ini
Ketuk salah satu punggung buku untuk membaca ceritanya.
Setiap hari, seluruh siswa membaca buku pilihan mereka sendiri selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Kebiasaan sederhana ini membantu anak lebih tenang dan siap belajar, sekaligus menumbuhkan rasa senang membaca tanpa paksaan.
Setiap ruang kelas memiliki pojok baca dengan koleksi buku sesuai usia dan minat siswa, dihias warna-warni agar anak betah berlama-lama duduk dan menjelajah cerita baru.
Setiap kelas memiliki jadwal kunjungan rutin ke perpustakaan. Selain meminjam buku, siswa diajak bermain permainan literasi dan mendengarkan dongeng dari guru pustakawan.
Majalah dinding menjadi wadah siswa memajang puisi, cerpen, dan karya tulis lain. Karya bergilir setiap bulan, jadi semua siswa berkesempatan menampilkan kreativitasnya.
Lomba bercerita, lomba baca puisi, dan festival literasi tahunan melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk orang tua siswa, untuk merayakan semangat gemar membaca bersama.
Sinergi antara sekolah dan keluarga adalah kunci. Lewat jurnal membaca bersama di rumah, budaya literasi tumbuh jauh lebih kuat daripada hanya di dalam kelas.Peran orang tua dalam mendukung literasi